Alternatif Pengukuran di Social Media – SITTI

Beberapa hari yang lalu saya diundang untuk hadir dalam perhelatan @JuaraSocMed atau #SITTIaward yang berlangsung pada tanggal 14 Dec 2010 Terima kasih atas undangannya. berikut ini adalah beberapa take out dari event tersebut.

Disclaimer: Saya tidak mendapatkan keuntungan finansial ataupun non-finansial kecuali di undang pada event tersebut.

Pada dasarnya acara tersebut adalah pemberian penghargaan kepada beberapa merek dan individual yang paling banyak di bicarakan (dalam konteks positif atau netral) di social media yang meliputi facebook, twitter dan juga blog.

Kita tahu bahwa sosial media berkembang sangat pesat dan menjadi relevant untuk bisnis tetapi bagaimana menggunakan dan juga mengukur ke efektifannya masih belum jelas. SITTI sebagai satu startup bisnis di Indonesia mencoba untuk melakukan pengukuran di sosial media ini.

Pemberian penghargaan ini mungkin untuk menujukkan bahwa pengukuran di Social Media sudah bisa dilaksanakan di Indonesia. Cara yang dipakai untuk menentukan (pengukuran) pemenang adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan mesin “crawler” untuk meng”capture” sebuah kata (i.e merek) di Facebook, Twitter dan blog yang berbahasa Indonesia. Crawler ini sepengetahuan saya semacam yang di gunakan untuk search enginge dalam mengindex dan me-rangking website di seluruh dunia.
  2. Dengan “crawler” tersebut, maka dimungkinkan untuk menjelajahi semua account twitter, facebook dan blog (tentu saja yang privasinya tidak di set “private”) untuk mencari sebuah kata. Artinya mesin crawler ini melakukan sensus dari seluruh account di socmed tanpa kecuali..
  3. Mesin tersebut juga mengumpulkan kata lain yang relevant dari kata yang di cari. misalanya kalau yang di cari adalah kata instant noodle, maka yang di dapat mungkin adalah beberapa merek dan juga kata lain yang memberinya konteks misalkan “enak”, “bahan pengawet” dll
  4. Panitia akan memfilter beberapa konteks tersebut dan make sure bahwa yang di bicarakan adalah hal positive atau setidaknya netral.
  5. Kemudian ditentukan siapa yang paling banyak di bicarakan tidak dalam konteks negative, maka dialah yang menang.

So congratulation bagi yang menang (pemenangnya bisa dilihat disini: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/12/15/09260353/Ini.33.merek.Berpengaruh.di.Social.Media)

Mungkin ada pertanyaan “kalau menang Juara SocMed… so what..?” Kita tahu bahwa sebenarnya Award ini (juga award2 yang lain) memberikan “bragging right” kepada pemenang untuk mengatakan “saya yang terbaik”. Tetapi kedepannya aplikasinya bisa bermacam macam

Misalkan kita punya merek yang di positioning-kan sebagai  “snack keren” dan ingin menggunakan SocMed untuk alat komunikasi, Kita dapat menggunakan alat ini untuk mencari, kata apa yang relevant dengan “snack keren”, Brand apa yang sudah ada disana, bagaimana dg brand kita, siapa brand ambassador yang sesuai bahkan kita bisa men track apakah terjadi perubahan karena komunikasi kita, are we creating the positive buzz in SocMed..? dst dst… Terus terang cukup impressive bagi saya yang bukan “geek” ini.

Tetapi berbicara dg rekan “geek” yang lain, beberapa mengatakan bahwa ini bukan teknologi baru, dan beberapa orang di indonesia juga sedang mengembangkannya meskipun tidak se-extensive SITTI dg resourcesnya.

Kalau anda melihat saya seperti Jualan SITTI, simply karena saya meng apresiasi keberanian rekan rekan mendirikan start up ini. Saya berpendapat bahwa meskipun resources cukup, tanpa modal berani (atau mungkin nekad) ide hanya akan sebatas ide tidak akan ter-realisasi.

Bukan resources yang menentukan tapi resourcefulness, mudah mudahan ini menjadi inspirasi bagi start up yang lain… sukses untuk anda semua..! silakan ke www.sitti.co.id untuk informasi lebih lanjut, atau post comment di bawah

Advertisements

Niche dan Katak di Kolam

Sering kita mendengar kata Niche terutama dalam pemasaran yg biasanya di artikan sebagai “segmented”, hal tersebut tidaklah salah tetapi sebetulnya kata niche mungkin lebih luas dari yang biasa kita bayangkan.

Kata Niche sendiri berasal dari bahasa perancis di abad pertengahan “Nicher” yang berarti “bersarang” (to nest), dipopulerkan peneliti2 ekologi salah satunya adalah Charles Sutherland Elton yg pada tahun 1927 memberikan penggunaan konsep niche. dia berkata:

[W]hen an ecologist says ‘there goes a badger,’ he should include in his thoughts some definite idea of the animal’s place in the community to which it belongs, just as if he had said, ‘there goes the vicar.

Continue reading