Setelah Hujan di Jalan Casablanca

Beberapa hasil foto hunting di sekitar jalan Casablanca setelah hujan, air tergenang sampai ke mata kaki…  enjoy

Tersedia dalam Format RAW, (no model release)… yang ingin menggunakan image dr blog ini email saja untuk licensenya… :)

Advertisements

Ketika Banjir datang, Saatnya Land Rover Keluar Kandang :)

Banjir besar tahun ini mengingatkan saya pada banjir besar yang juga pernah mampir di Jakarta beberapa tahun yang lalu, dan sayapun mendapatkan foto foto berikut ini…

Mendung menyelimuti Jakarta

Banjir mulai dari Malam menyebabkan kemacetan panjang

Dan Besok paginya Land Rover pun keluar kandang, dengan maksud menolong teman yang terjebak banjir :)

Banjir di Sudirman..? dengan mudah dilalui..

Akhirnya mencoba Green Ville yang kebetulan ada teman yang terjebak

Hati sudah mulai deg- deg-an karena air mulai dalam…

Dan semakin dalaaammm…

Dan disinilah Land rover akhirnya tak kuasa meneruskan… 1:0 untuk Banjir :)

3 korban banjir :D. Dibelakan pasukan anak dibawah umur dipekerjakan untuk mendorong Landy

Diperlukan waktu satu jam untuk menguras air di mesin dan Land rover inipun akhirnya bisa jalan pulang…

Demikianlah kenang kenangan bajir beberapa tahun lalu…
Stupidity : 10
Fun : 10
Cost: 250.000 for oil change

Apa yang dilakukan Landy yang sama saat banjir tahun ini…? Stay tuned :)

Life is Short.. Play Dirty

Mengapa Jakarta Macet?

Penjualan Mobil S/d Sept 2010

“Tiada hari tanpa macet” itu mungkin itu motto yang tepat menggambarkan tentang kota Jakarta saat ini, tiap hari kita membaca di twitter banyak yang mengeluh “Jakarta macet…!” atau teriak / memaki #macetfoke.. ! tapi kenapa sampai sekarang, meskipun dihujat di maki dan di teriaki tentang kemacetan di Ibukota, hampir tidak ada solusi yang significant dari pemerintah.

Bagaimana dengan kita sendiri? Mari kita lihat apa andil kita dalam kemacetan Jakarta.

  • Nafsu kita untuk membeli Mobil memang luar biasa, tahun ini pembelian mobil baru naik sekitar 65% dibanding tahun lalu… 65%..!!! ini diluar mobil yang sudah berkeliaran di jalan. Sepeda motor penjualannya naik 33%… Bagaimana Jakarta bisa “keep-up” dengan penambahan mobil sebanyak ini…
  • Ada ketimpangan yang serius antara penduduk Jakarta di siang dan malam hari. Dari sebuah studi yang pernah saya baca, pada malam hari penduduk DKI Jakarta sekitar 9.5 juta orang (sensus 2010)… tetapi ketika siang hari penduduk Jakarta meningkat 1.5 kali lipatnya. Bayangkan hanya dalam waktu hitungan Jam (jam 06.00 -10.00),  hampir seluruh penduduk singapura migrasi ke Jakarta.
  • Banjir penyebab kemacetan parah! Apa yang kita lakukan untuk mencegah banjir, apakah sungai / got kita bersih dari sampah? Apakah kita membuat biopori di halaman masing masing? Apakah kita menyedot air tanah untuk keperluan sehari hari kita, sehingga ketinggian tanah di Jakarta turun dan menjadi kubangan besar. Kalau kita sendiri tidak disiplin, mau bikin kali banjir kanal berapapun juga tidak akan berhasil. .
  • Apakah kita mau bergabung dengan yang lain untuk berangkat bersama? kalau saya lihat mobil kita (termasuk saya) jarang yang berisi lebih dari dua orang padahal mobilnya pada 7 seater.
  • Maukah kita membangun bisnis di luar Jakarta? Sepertinya kebanyakan dari kita membangun bisinis di dalam kota karena memang fasilitasnya sudah banyak dan dekat dengan birokrasi. meskipun bisnis kita mengurangi pengangguran, tetapi kita juga menyebabkan bertambahnya penduduk Jakarta.
  • Dll dll…

Sebetulnya kalau kita lihat, kemacetan Jakarta ini ada hubungannya dengan kemajuan ekonomi, tapi masak iya kita macet macetan terus… macet memiliki biaya yang cukup besar karena memboroskan energy , biaya, opportunity. Sebaiknya kita melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kemacatan tanpa mengurangi dorongan pemerintah melakukan kebijakan yang fair untuk mengurangi kemacetan.

Ingat ya.. kebijakan yang fair..! Seperti misalkan mengoptimalkan Busway, meneruskan project MRT,  bukan membela parkir gedung dan asosiasi mobil. Menurut saya menaikkan biaya parkir menjadi berlipat kali itu adalah upaya korupsi yang terang-terangan. Kita tahu itu kontra produktif dan sangat membela lobi dari kelompok kecil tertentu.