Mystery shopper

Hari ini saya pulang dari Bandung menuju Jakarta dan berisitirahat di rest area Km-62 cikampek. Singkat cerita, setelah selesai mengisi bensin dan ke toilet,  kami memutuskan untuk take away salah satu Fast food agar nanti malam tidak perlu perg mencari makan.

Kami pun mengorder 3 buah “paket besar” (2 ayam, nasi plus softdrink) dan 1 kopi panas seharga kira kira hampir 100rb. Sampai dirumah ternyata setiap bungkus hanya berisi 1 ayam dada, terus terang sebenarnya saya agak bergembira karena itu mengurangi asupan fastfood.. :)

Tetapi saya berpikir… kira kira apa yang bisa dilakukan oleh marketing research untuk membantu restoran fastfood ini untuk mengetahui berapa kali kesalahan ini dilakukan, dimana kesalahannya dll…?

Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan adalah mystery shopper, yaitu peneliti pura pura menjadi pelanggan biasa untuk meng-asses  service level yang ada, misalnya kebersihan, berapa lama menunggu, berapa kali tidak sesuai order, apakah sesuai dengan SOP… dll dll.

Tidakkah cukup memiliki manager restorant yang memantaunya…?  Bagaimana menurut anda..? :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s